Sekaran, 16 April 2026 - Langkah strategis dalam memperkuat manajemen pengairan di wilayah kerja UPTD PSDA Babat dilakukan melalui penyelenggaraan Rapat Koordinasi Revitalisasi Kepengurusan Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air (IP3A) Daerah Irigasi Rawa Manyar. Pertemuan ini menjadi momentum krusial yang mempertemukan berbagai elemen lintas sektor, mulai dari perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Bina Karya (SDABK) Kabupaten Lamongan, Sekretaris Kecamatan, hingga unsur pimpinan dari Kapolsek dan Danramil. Kehadiran Ketua GHIPPA Rawa Manyar beserta para pengurus HIPPA dari masing-masing desa menegaskan bahwa pembenahan kelembagaan ini menjadi tanggung jawab kolektif demi kepentingan seluruh petani di kawasan tersebut.
Tujuan utama dari rapat koordinasi ini adalah untuk mengokohkan struktur kelembagaan petani pemakai air agar memiliki peran yang lebih kuat dan legalitas yang jelas dalam mengelola sumber daya air. Revitalisasi kepengurusan dipandang perlu untuk memastikan jaringan irigasi Rawa Manyar dapat dimanfaatkan secara lebih tertib, efektif, dan berkelanjutan. Dengan organisasi yang sehat dan aktif, distribusi air ke lahan-lahan pertanian diharapkan dapat teratur sesuai jadwal dan kebutuhan, sehingga meminimalisir potensi konflik kepentingan serta menjamin pemerataan akses air bagi semua desa yang bergantung pada sistem irigasi ini.
Melalui sinergi yang terbangun antara dinas teknis, otoritas keamanan, dan para pelaku utama di lapangan, revitalisasi IP3A ini diharapkan mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan irigasi. Komitmen bersama untuk menghidupkan kembali fungsi organisasi ini menjadi kunci utama dalam mendukung keberhasilan musim tanam di wilayah Rawa Manyar secara menyeluruh. Dengan tata kelola air yang lebih profesional dan terorganisir, produktivitas pertanian di wilayah tersebut diharapkan terus meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat perdesaan di bawah naungan kerja UPTD PSDA Babat.
