Menyongsong dimulainya Musim Tanam (MT) 2, sebuah langkah krusial diambil untuk memastikan keberlangsungan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Sekaran melalui kegiatan normalisasi intake Besur. Infrastruktur vital ini sebelumnya mengalami pendangkalan akibat sedimentasi alami, yang secara signifikan sempat menghambat debit aliran air menuju lahan-lahan persawahan warga. Dengan dilakukannya pengerukan dan pembersihan pada titik pengambilan air tersebut, diharapkan aliran irigasi kembali lancar dan mampu mendistribusikan kebutuhan air secara optimal hingga ke ujung saluran, sehingga para petani tidak lagi merasa khawatir akan ancaman kekurangan pasokan air selama masa tanam berlangsung.
Kesuksesan pelaksanaan normalisasi ini memicu apresiasi mendalam dari Pemerintah Kecamatan Sekaran kepada Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Kabupaten Lamongan yang telah merespons kebutuhan mendesak di sektor pengairan ini. Upaya kolaboratif antara pemerintah kabupaten dan wilayah ini bukan sekadar pemeliharaan rutin, melainkan bentuk investasi nyata terhadap ketahanan pangan daerah. Melalui perbaikan fungsi teknis pada intake Besur, produktivitas hasil pertanian di Kecamatan Sekaran diproyeksikan akan meningkat, yang pada gilirannya akan mendongkrak kesejahteraan ekonomi para petani lokal.
Keberadaan fasilitas irigasi yang kini telah kembali berfungsi maksimal menuntut tanggung jawab bersama dalam aspek pemeliharaannya. Pemerintah Kecamatan mengimbau seluruh lapisan masyarakat, khususnya para pengguna air, untuk menjaga kebersihan saluran dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan bijak demi kepentingan kolektif. Dengan sinergi yang terus terjaga antara pembangunan infrastruktur oleh pemerintah dan kepedulian masyarakat dalam menjaga aset publik, kemajuan pertanian di wilayah Kecamatan Sekaran diharapkan dapat terus berlanjut secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.